Ketika GALATAMA, Deep Learning, dan Kurikulum Cinta Bertemu dalam Ekoteologi”
Foto: https://labs.envato.com/image-gen/generate By. Adiyana Adam Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman makna, kepekaan hati, dan kepedulian terhadap kelestarian bumi. Tantangan abad ke-21 bukan hanya soal menguasai teknologi atau meraih prestasi akademik, melainkan bagaimana ilmu, nilai, dan aksi dapat berjalan seiring demi terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Dalam konteks inilah, tiga konsep unik dan saling melengkapi muncul: GALATAMA (Gerakan Literasi Madrasah) sebagai penggerak budaya literasi, Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran mendalam yang memberi kedalaman analisis dan kreativitas, serta Kurikulum Cinta sebagai jiwa yang menanamkan empati dan kasih sayang. Ketiganya, ketika dibingkai dalam Ekoteologi , melahirkan paradigma pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga m...